Oleh: wengga4blokc | April 22, 2008

ANTARA TUGAS POKOK DAN TUGAS TAMBAHAN

Oleh Balawi AS

Sesuai dengan UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 35 ayat 1 bahwa beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksana kan tugas tambahan.

 

Tugas tambahan yang dimaksud pada ayat 1 tersebut adalah tugas yang dilaksanakan oleh seorang guru yang telah lulus sertifikasi diluar beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

 

 

 

Bermula dari aturan itulah maka kami sebagai PBS-IPA di Banjarbaru merasa resah dan gelisah dalam menjalankan tugas keseharian baik tugas pokok maupun tugas tambahan, betapa tidak disatu pihak menghendaki PBS-IPA untuk mengajar hanya 12 jam, tetapi UU dengan gamblangnya menyatakan agar guru yang telah lulus sertifikasi wajib mengajar (jam tatap muka) sekurang-kurangnya 24 jam titik, walaupun penjelasan selanjutnya akan diatur dengan PP.

 

Apakah dalam PP itu ada mengatur tentang PBS-IPA? Oooo tidak! PBS-IPA sifatnya hanya lokal sehingga keberadaannya belum diakui secara nasional. Oleh sebab itu PP tidak mengenal yang namanya PBS-IPA, lalu bagaimana sebaiknya?

 

Memang delimatis, kenyataan membuktikan PBS-IPA tidak akan bisa membimbing rekan-rekan sesama guru jika diberikan beban mengajar lebih dari 12 jam, itu fakta yang tidak bisa dibantah selama ini. Bisa dibayangkan seorang PBS-IPA sekarang mengajar 12 jam tatap muka, 8 jam di gugus melaksanakan KKG, 4 jam mendampingi guru mengajar di SD Imbas, dan 6 jam melakukan pertemuan di KKPBS-IPA di PKG jadi kalau ditotal jenderal seorang PBS-IPA telah melaksanakan kewajiban sebanyak 30 jam, namun siapa yang mau mengakui dan menyutujui jumlah jam yang telah dilaksankan kawan-kawan ini? Apakah Pemko, Dinas, Pengawas, Kepala Sekolah atau hanya PBA-IPA saja?

 

Sampai saat sekarang ini belum ada institusi manapun yang mengakui bahwa PBS-IPA telah melaksanakan tugas selama 30 jam, mereka hanya tahu kalau PBA-IPA hanya mengajar 12 jam tatap muka, sehingga menjadi kecemburuan teman-teman sejawat, padahal mereka tidak tahu tugas PBS-IPA sebenarnya

Lalu apakah keadaan ini dibiarkan saja? Atau ada orang atau institusi yang menjamin keberadaan PBS-IPA? Masih menjadi tanda tanya besar?

 

PBS-IPA juga guru biasa yang tidak punya kelebihan apa-apa dibandingkan dengan guru lain, sehingga idak mempunyai kekuatan untuk membantah atau menolak atasan baik kepala sekolah, pengawas, lebih-lebih Dinas Pendidikan.

 

Disamping keterbatasan yang dimiliki PBS-IPA dalam bargaening juga hak-haknya mereka juga sama dengan guru-guru yang lain, artinya seorang PBS-IPA dimata Dinas Pendidikan, Pengawas, dan Kepala Sekolah biasa-biasa saja, ini sekali lagi yang saya sampaikan ini adalah fakta dilangan.

 

Secara finansial PBS-IPA tidak mendapat tambahan penghasilan apa-apa dari tugas kePBS-IPAnya, apalagi penghargaan lain? Seperti contoh nya : Rekrutmen Calon Kepala SD, Sertifikasi guru juga PBS-IPA diperlakukan sama dengan guru lain malah terkesan untuk PBS-IPA dipersulit dengan alasan hanya mengajar 12 jam, jadi apasih untungnya jadi PBS-IPA di kota Pendidikan ini, oh tidak tahu saya?

 

PBS-IPA itu yang ada hanya kewajiban dan kewajiban serta tugas yang menumpuk yang harus diselesaikan dengan waktu yang tepat. Oh PBS-IPA bagaimana nasibmu ke depan? Pasrahkan saja pada Sang Khalik yang maha adil!

 

Dari institusi yang ada di Kota Pendidikan ini baru Walikotalah yang telah mengakui dan memberikan penghargaan terhadap PBS-IPA.

Terbukti dengan terbitnya SK Walikota No. 182 tahun 2006 tentang pengakuan dan memberikan keringanan mengajar di kelas sebanyak 12 jam tatap muka, 12 jam melakukan kegiatan tugas tambahan. Hadiah berupa laptop (notbook) kepada masing-masing PBS-IPA pada tahun 2007.

 

Hadiah dari bapak Rudy Resnawan selaku Walikota Banjarbaru, tidak pernah terlintas di dalam benak semua PBS-IPA apalagi mengharap, tetapi Tuhan berkata lain, pada tanggal 12 April 2007 Walikota Banjarbaru melakukan evaluasi terhadap kinerja PBS-IPA di LPMP yang dihadiri oleh Dinas Pendidikan, Pengawas, WI, Kasi dan Kabid di Diknas maupun LPMP serta guru-guru dan murid yang telah dibimbing dan dilatih oleh PBS-IPA.

Lalu terjadilah dialog antara Walikota dengan murid dan guru yang telah dibina PBS-IPA, mungkin beliau merasa ada sesuatu yang membanggakan sehingga kami diberikan masing-masing laptop untuk memberikan semangat kepada PBS-IPA.

 

Saya atas nama rekan-rekan PBS-IPA mengucapkan ribuan terimaksih kepada bapak yang telah mengakui dan memberikan penghargaan kepada kami semoga apa yang yang kami lakukan betul-betul tulus karena semata-mata hanya pengabdian kepada dunia pendidikan semata.

Betul nggaaaaa? Cooooiiii …..

 

Walaupun masih ada pikiran dalam hati apakah memilih tugas pokok atau tugas tambahan?????  

About these ads

Responses

  1. Kita sama2 masih bayi, dan kita perlu banyak belajar dari seorang bayi, tentang kepolosan, tentang kejujuran, tentang kasih dan sayang, tentang keajaiban, de el el… Salam kenal dan sukses!! mari kita saling berbagi dan sharing informasi di dunia per-blog-an banua. Eureka!


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: